KTF UI terbentuk pada tahun 2008, didirikan oleh kak Anneke
Puspa (Administrasi Niaga 2007). Nama Radha Sarisha yang berasal dari bahasa
Sansekerta yang berarti prestasi yang
membanggakan. Nama Radha
Sarisha ini juga dibuat pada saat KTF pergi ke Eropa untuk melakukan Misi
Budaya, supaya ada namanya, maka dicetuslah nama Radha Sarisha.
Kak Anneke merupakan staff BEM FISIP UI departemen seni
budaya, ketika itu di FISIP belum
ada kegiatan menari, maka dulu latihannya masih belum mempunyai tempat yang pasti, seperti latihan di selasar
gekom, sampai akhirnya mendapat ruangan di gedung F lantai 3.
Dulu KTF hanya memiliki dua tarian, dan kedua-duanya adalah tarian tradisional. Lama kelamaan tarian di KTF bertambah menjadi banyak, sampai saat ini ada sekitar 20 tari tradisional yang ada di KTF. Sedangkan tari modern baru aktif sekitar tahun 2010, karena pada saat itu yang masuk ke dalam KTF modern adalah anak-anak yang dulunya sudah pernah ikut dance dan mengikuti banyak lomba. Kalau pemusik juga mulai ada sejak mau Misi Budaya pertama (tahun 2011).
Di KTF, selalu ada latihan rutin atau biasa disebut latihan reguler (latreg), namun bukan cuma latreg, KTF sering juga mendapat job yang didapat lewat manager, manager tahun ini adalah kak Imel (Adm. Fiskal 2013).
KTF sudah tiga kali mengikuti misi budaya, misi budaya pertama tahun 2011 di Eropa, misi budaya kedua tahun 2012 juga di Eropa, dan tahun 2014 di Utah. Selain itu KTF juga pernah ke Filipina, Thailand, dan Malaysia untuk mengikuti festival-festival.
Menurut ketua KTF UI 2015, kak Mila, dengan mengadakan pagelaran dan ikut misi budaya secara selang seling tiap tahunnya itu ada alasannya, yaitu karena kalau tiap tahun KTF hanya ikut misi budaya, seakan-akan KTF tidak berbuat apa-apa untuk di Indonesianya sendiri dan juga di FISIP. Maka diadakanlah pagelaran, pagelaran juga bisa hitung-hitung sebagai latihan untuk misi budaya di tahun selanjutnya. Sebelum kontingen tari pergi melakukan misi budaya, biasanya diadakan gelar pamit, gelar pamit tahun 2012 dan tahun lalu dilaksanakan di Graha Bakti Budaya.
Jumlah laki-laki di KTF menurut kak Mila masih lebih banyak FISIP dibandingkan fakultas lain, padahal dulu di KTF tidak ada laki-lakinya, namun di tahun 2012 mulai banyak laki-laki yang mendaftar KTF seperti ka Haris, kak Jafar, dan kak Diko. Selain itu di bidang prestasi juga meningkat, pagelaran bukan cuma tradisi lagi, tapi dua yang lainnya (modern dan musik) juga bagus, dari segi job, tawaran job juga banyak. Selain itu tawaran untuk ke luar negri juga meningkat.
Namun KTF masih memiliki PR, menurut kak Mila dia tidak mau kalau banyak tampil, tapi hanya sekedar tampil, harus ada regenerasi tarian, dan kalau mau ada job harus benar-benar dikontrol oleh sie. tari-nya karena ketika kita memiliki tanggung jawab untuk tampil semaksimal mungkin. Selain itu masalah ruangan juga masih menjadi PR bagi KTF, sampai sekarang belum ada kabar jelas lagi dari kemahasiswaan sejak KTF juara I di UI ArtWar 2014.
KTF telah mengikut banyak sekali event, berikut ini adalah video mengenai beberapa event-event yang diikuti KTF.
Sumber:
Kak Kamila Shaumi (Ketua KTF 2015), Instagram @ktfui, dan blog ktf ktfuiradhasarisha.wordpress.com